Hukuman Untuk Roker

Karena kita harus ingat : Janji kehidupan yang lebih baik tergenggam di tangan mereka.

Catatanku kali ini sangat tepat jika aku beri tema “hukuman untuk roker”

Bagi yang merasa memiliki title Krucil wajib baca…
Bagi yang ingin bergabung menjadi krucil juga sangat dianjurkan baca…
Bagi yang tadi ikut ke Yanatel amat sangat diwajibkan untuk membaca…
Bagi yang jomblo juga baca aja dari pada stalking in calon imamnya *eh….

Tang ting tung teng tong….

Pagi itu Buki berkunjung ke Yanatel (yayasan anak teladan) yang berada di daerah Tanah Abang, yaitu daerah yang sempat menjadi korban kebakaran. Pada kunjungan Buki kali ini sebenarnya sudah diniatkan untuk tidak telat. tapi ternyata, niat baik belum direstui. Keadaan sepertinya yang harus dipersalahkan. Ya, keadaan kota Bogor dengan seribu angkotnya dimana hanya sopir angkot dan Allah lah yang tau kapan mereka (angkot-angkot) ini akan berhenti. Dan hal inilah yang membuat kota Bogor selalu macet everywhere and everytime.

Berangkat pukul 07.20 dari Dramaga Bogor menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 jam ke stasiun Bogor bersama Krucil baru yang juga temanku. Perjalanan cukup lama karena macet total. Tapi mungkin juga aku salah memperhitungkan waktu keberangkatanku (harusnya shubuh berangkat).
Tiket ke Stasiun Karet sudah ditangan, aku bersama temanku akan bertemu dengan kakak-kakak Krucil lainnya yang dari Jakarta di Stasiun Karet.

Setiap kali buki melakukan kunjungan kami para roker (rombongan kereta) harus dijemput di stasiun terdekat dengan lokasi. Jika tidak, mungkin saja kami akan melanglang buana di Jakarta tanpa arah dan tujuan (kesasar).

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 ketika kami berdua sudah berada di dalam kereta menuju Stasiun Karet. Tapiiiiiiiii…….ternyata kami berdua salah kereta. Kerata yang kami tumpangi turun di stasiun akhir Jatinegara. Padahal kami akan ke Tanah Abang. Tapi tak masalah, kami memutuskan turun di Manggarai dengan konsekuensi kami harus transit (menambah waktu lagi).

Omaigaaaattt sepertinya dewi fortuna sedang tidak berpihak pada kami hari ini…
Ari sudah sampai mana…?
Ari sudah dimana? kalian dimana?
Aaarrgghhhh!

Pertanyaan yang menghantuiku di sepanjang jalan. Pada pukul 10 kami berdua masih berada di Stasiun Duren Kalibata, padahal acara dimulai pada pukul 10. Dan yang paling menyedihkan seharusnya aku menjadi MC untuk hari ini, sedangkan sekarang aku masih berada di kereta.

Oke panjang ceritaaaa..

Intinya pada pukul 10.45 aku sudah tiba di lokasi. Sumpah jalannya euy membuat kami bingung. Belok kanan, lurus, belok kiri, maju, mundur, maju, naik turun, masuk gang sana sini. Ohhhh…bikin pusing euy. Tapi fantasinya itu lhoooo yang tidak akan pernah didapat kalo cuma tidur di kosan atau stay di kampus atau mungkin juga duduk di kursi kantor.

Ketika tiba di sekolah yanatel anak-anaknya sedang bermain bersama Kak Ika dan Kak Icha. Entahlah aku sendiri juga bingung itu tadi game namanya apa karena aku datang telat. Tapi yang jelas games yang membuat anak-anak meneruskan gambar temannya. Dari situ kita dapat melihat apa mimpi-mimpi anak-anak ini.  Dari keempat kelompok games semuanya menggambar rumah dan mobil atau motor. Aku pikir itu adalah sebuah impian yang ada di benak mereka. Ada satu gambar yang cukup mengesankan, gambar itu milik kelompok 3. Ceritanya dia menggambar mobil untuk jalan-jalan ke pantai bersama keluarganya. Karena teman selanjutnya tidak dapat meneruskan gambar itu akhirnya mobilnya tidak berbentuk alias gagal total.

IMG_8236_resize

Acara berlanjut di outdoor yaitu di tanah lapang yang berada di dekat bantaran rel. Di sana sudah digelar beberapa karpet untuk tempat duduk adik-adik Yanatel. Jangan kaget jika kanan kirinya banyak kereta api melintas.

Games selanjutnya adalah “dongeng berdendang”. Sama seperti games sebelumnya anak-anaknya dibagi menjadi 4 kelompok. Kebetulan aku dan Kak Elsa mendapatkan tugas sebagai pendamping kelompok 4, dimana semua anggotanya adalah cowo. Jumlah mereka ada 11 orang. Rameeee bangetlah ini kelompok. Tidak bisa diam apa lagi yang namanya Ryan yang juga sebagai ketua kelompok dan juga Adam yang tidak pernah bisa diam.

Games kali ini dipandu oleh Kak Meyer yang akan mendongeng untuk adik-adik semua. Peraturannya setiap kelompok harus mempunyai 1 jargon untuk setiap tokohnya. Jadi ketika Kak Meyer menyebutkan tokohnya, kelompok yang bersangkutan harus jargon. Dan ini sangat rameee sekaliiii…. karena tidak hanya adik-adiknya yang jargon tapi kakak-kakak Krucilnya juga ikut, bahkan mereka berdebat dan saling lempar komentar terhadap jargon kelompok lain. Kurang lebih 1 jam games ini baru selesai. Dan yang pasti selalu ada hadiah-hadiah untuk mereka yang mempunyai jiwa semangat tinggi, contohnya Adam.

Sekitar pukul 14.00 acara Buki resmi ditutup dengan membagikan snack dan makan siang untuk anak-anak di Yanatel ini.  Banyak hal yang wajib kita contoh dari mereka, baik itu tentang semangat mereka untuk terus belajar dan memahami apa yang ada disekitar mereka atau pun tentang keikhlasan mereka menerima semua cobaan yang Allah berikan.

Karena kita harus ingat : Janji kehidupan yang lebih baik tergenggam di tangan mereka. Mari kita bantu mereka menggapainya,mari kita bantu mereka melihat keadilan Tuhan.
Bukan tentang sebuah kemewahan yang ingin kita tawarkan…
Bukan pula tentang suatu kesombongan yang ingin kita ajarkan…
Tapi,tentang suatu keadilan yang ingin kita tunjukan pada mereka…
Tentang suatu kepedulian yang ingin kita bagi bersama mereka…

Oke …cukup sekian catatanku yang panjang ini. Hahaha.

Bagi yang merasa Krucil, yukk ikutan acara berikutnya. Bagi yang mau bergabung menjadi Krucil “jangan sering telat seperti daku”. Bagi yang kemarin ikut ke Yanatel, terima kasih telah bersedia menunggu kami (Kak Ali) dan terima kasih telah menjadi penunjuk jalan.

Ditunggu acara selanjutnya pasti lebih kece badai dan pasti lebih gilaa.

***

Ari Ana Fatmawati
Penulis adalah Krucil Buki asal kota hujan