Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, Senen, Jakarta [email protected] 0811.3227.777

Visit Buki ke Sekolah Bersama Simatupang

Minggu, 1 Maret 2015, bukanlah hari Minggu biasa. Pagi-pagi sekitar jam 8, saya sudah berpakaian rapi untuk pergi ke Jakarta. Buat apa saya jauh-jauh ke Jakarta dari Bogor? Tentunya untuk bertemu adik-adik dari Sekolah Bersama Simatupang di agenda Visit Buki. Sekolah ini merupakan kelas sederhana bagi adik-adik di lapak pemulung yang digagas oleh Kak Echy dan kakak-kakak lainnya.

Saya berangkat dari Bogor bareng dua Krucil lainnya, yaitu Oca dan Ari, yang juga teman sekampus saya. Sampai di lokasi, saya disambut hujan dan jalanan yang becek, tapi setelah saya bertemu adik-adik SB Simatupang, rasa kecewa saya sama cuaca yang kurang mendukung pun hilang.

Acara hari itu dibuka oleh MC kece dari Buki, yaitu Kak Ika dengan logat medoknya yang khas. Tidak lupa kita berdoa bersama yang dipimpin oleh dua adik dari SB Simatupang. Wah, mereka berdoanya pintar sekali. Setelah itu, kita bernyanyi dan menikmati dongeng bersama teman-teman dari Kado Taman. Read More

PS: I Love Mom, dari Ibukota ke Kota Kembang

Akhir pekan kemarin, Buku Berkaki dan Bukune diberi kesempatan memperkenalkan buku “PS: I Love Mom” ke kota kembang Bandung. Setelah melalui kesepakatan yang tidak alot diputuskanlah tim Buku Berkaki diwakili oleh saya dan Kak Meyer ditemani oleh Kak Edo dan Kak Michan dari penerbit Bukune. Perjalanan kami meluncur ke kota kembang pun dimulai dari Sabtu pagi (21/2/2015) yang cerah, sekitar pukul 10 pagi dari Jakarta. Tak banyak “perlengkapan perang” yang saya bawa saat itu, sepasang banner dan flyer Buku Berkaki yang siap dibawa kemana saja dan tentunya buku “PS: I Love Mom” sebagai teman jalan.

Sekitar pukul setengah 4 sore, setelah diselingi istirahat dan makan siang, sampailah kami di Rase FM. Kami disambut cukup ramah oleh para penyiar radio Rase FM yang “bodor”-nya luar biasa. Sebelum memulai siaran, kami di-briefing terlebih dahulu ditemani dengan Siomay Bandung hangat (ala akang penjual siomay depan radio). Tik tok tik tok, akhirnya jam 4 sore. Tibalah saatnya Krucil Buki dengan kak Edo, editor buku “PS: I Love Mom” mengudara ditemani oleh Kak Indah, penyiar bersuara merdu dari Rase FM. Diskusi ngobrolin buku “PS: I Love Mom” pun mengalir, mulai dari bagaimana awalnya ide membuat buku ini tercetus, pengalaman apa yang paling berkesan saat menjadi Krucil Buki bertemu dengan adik-adik Panti Asuhan Al-Andalusia dan apa sih Buku Berkaki itu, serta apa saja program-program yang dijalankan.

Pose di dalam studio usai siaran

Atensi yang masuk via SMS dari para pendengar RASE FM pun cukup beragam. Ada yang tetiba jadi ingat dosa ke mamahnya, ada yang tanya bagaimana cara bergabung dengan Buki Bandung. Bahkan ada yang minat juga membeli buku dan ingin ikutan nulis buku.

Tak terasa 1 jam lamanya kita mengudara, usai sudah perkenalan kita dengan pendengar RASE FM. Saatnya beristirahat untuk menyiapkan acara minggu pagi di CFD Dago.

Buki mejeng di CFD Dago

Udara dingin Bandung di Minggu pagi aseli bikin kita malas beranjak dari kasur. Tapi demi bertemu dengan muda-mudi Bandung, kita mengumpulkan seluruh semangat ’45 untuk bergegas ke CFD Dago. Sekitar pukul 7 pagi, kita pun sudah sampai di lokasi titik temu yakni di seputaran area depan 99ers FM dan kami pun berjalan menuju titik keramaian di persimpangan Dago. Sembari sesekali menghampiri para penjaja jajanan untuk teman sarapan. Ah, sayang sekali rupanya kondisi tidak memungkinkan untuk membuat drop spot Buki diseputaran simpang Dago. Akhirnya, kita pun memindahkan area drop spot Buki di seputaran 99ers FM. Di lokasi ini, tak hanya saya dan Kak Meyer sebagai Krucil Buki yang memperkenalkan Buki Bandung lho. Kita dibantu oleh Kak Michan, Kak Edo dan kawan-kawan penyiar 99ers FM. Eh, ada juga Kak Fico dan Kak Gian yang bantu mempromosikan buku kita juga. Buat kamu pencinta ajang stand up comedy, pasti sudah tak asing lagi dengar nama mereka berdua kan?

Terima kasih, Kak Fico!

Sst, Kak Fico pun akhirnya tertarik untuk ikutan juga beli buku “PS: I Love Mom” dan baiknya lagi ia juga menyerahkan setangkup “Martabak Manis” dalam bentuk buku (garapan terbaru Kak Fico) buat adik-adik Buku Berkaki plus tanda tangan manis di depan bukunya. Hore! Terimakasih Kak Fico.

Sekitar jam 10, kegiatan di CFD Dago pun akhirnya berakhir.  Terima kasih Bandung atas perjumpaan kali ini yang manis, semanis kue cubit green tea keju susu di Minggu pagi!

***

Annisa Paramita Pratyasto
Penulis adalah Krucil yang juga mimin twitternya Buki

Bertabur Cinta di Hari Kasih Sayang

Matahari pagi, Sabtu 14 Februari 2014 menemani perjalanan pertamaku bersama Buku Berkaki. Menempuh perjalanan dengan KRL dari Stasiun Kota Hujan menuju Stasiun Pasar Minggu. Namun cukup beruntung karena jarak tempuh yang relatif singkat. Inilah kali pertama ku berada di daerah ini, menunggu kakak baik (read : Kak Icha) yang akan memberikan tumpangan menuju Panti Asuhan Al-Andalusia. Tempat dimana kami akan merayakan hari kasih sayang di tahun ini dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang.

Berpose bersama

Kesan pertama yang muncul dari keluarga baru ini adalah keramahan dan keceriaannya. Meskipun merupakan pendatang baru dalam dunia per-krucil-an tapi sambutan hangat begitu terasa dari senior-senior krucil yang lain. Merasa begitu beruntung berkesempatan bertemu dengan kakak-kakak hebat ini. Berada diantara orang-orang yang memiliki kepedulian tinggi dengan buku sebagai jendela dunia dan anak-anak yang merupakan ujung tombak masa depan bangsa ini. Kesan pertama yang begitu menyenangkan dan membuatku semakin bersemangat mengikuti berbagai kegiatan Buki yang lain.

Rangkaian acara Launching Buku “PS : I Love Mom” hari ini dimulai dengan sholat Dzuhur berjamaah bersama pengurus panti, para santri serta kakak-kakak dari Buki, Bukune, serta beberapa media yang hadir dalam acara hari ini. Setelah selesai sholat acara dilanjutkan dengan makan siang besama. Tergambar jelas senyum kebahagiaan dari adik-adik panti Al-Andalusia dan kakak-kakak krucil. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan dari Kak Ali, perwakilan dari pihak Bukune, serta sambutan dari perwakilan pengurus panti yang dilanjutkan dengan doa demi memperlancar acara kita hari ini.

Acara selanjutnya adalah pembacaan puisi yang dikutip dari buku berwarna merah jambu ini oleh perwakilan adik-adik santri, kakak krucil serta perwakilan dari kakak-kakak media patner yang telah hadir siang ini. Puisi cinta untuk ibu yang dibacakan oleh beberapa orang santri begitu menyentuh dan pastinya membuatku ingin memeluk ibu. Tulisan yang begitu polos khas anak-anak. Kemudian dilanjutkan dengan game seru, yaitu sebuah permainan dalam dongeng yang bercerita tentang seekor katak yang dibawakan oleh Kak Oji. Seru karena ngedongengnya diiringi oleh backsound yel-yel dari masing-masing kelompok tentu dengan suara-suara lucu yang mewakili setiap nama kelompoknya (bayi, katak, ibu, dan sungai). Pesan ingin disampaikan dalam dongeng tersebut yaitu kita harus senantiasa menaati nasihat dari ibu. Pesan manis yang dapat disampaikan kembali oleh adik-adik dengan gaya bahasanya masing-masing. Beragam hadiah yang disediakan menambah keceriaan siang ini di panti asuhan Al-Andalusia. Rangkaian acara pada hari ini ditutup bersamaan dengan kumandang adzan yang menandakan masuknya waktu sholat Ashar. Dan satu yang tidak boleh ketinggalan adalah foto bersama, karena foto mampu menceritakan segalanya.

Terimakasih untuk kesempatan dan sambutan hangatnya kakak-kakak Krucil Buku Berkaki. Pengalaman pertama yang penuh cinta. 🙂

 

***

Rosalia Riski
Penulis adalah Krucil Buki

Simple But Sweet

Menjadi Krucil (kru cilik) di Buki (Buku Berkaki) adalah pengalaman pertama, baru tercatat kurang lebih 2 bulan aku bergabung dengan komunitas super kece ini. “Welcome”, itulah kata pertama untuk kesan pertamaku menjadi krucil. Banyak yang belum aku kenal. Wajarlah yaaa… perkenalan pertama kita adalah di sosmed. Tapi hal itu tidak menghalangi kita untuk beramah tamah, saling sapa dan berbagi adalah di grup. Bangga menjadi krucil. Bangga karena bisa berbagi, bangga bisa menjadi orang yang bermanfaat, bangga karena kita punya kepeduliaan yang tinggi dengan orang sekitar. Tapi yang paling bikin bangga kita bertemu dengan orang-orang baru dari semua kalangan yang super duper kece.

Launching buku “PS: I Love Mom” adalah kontribusi pertamaku di Buki. Perjuangan banget untuk sampai ke acara ini, apalagi bagiku yang tinggal di luar kota. Namun tidak memadamkan semangat untuk bertemu penulis kecil yang berbakat. Simple but sweet. inilah kesanku ikut berpartisipasi di acara launching buku ini. Acaranya sederhana. Lokasinya di Panti asuhan Al-Andalusia bersama anak-anak panti asuhan ini yang juga sebagai penulisnya.

Seruuuuu…banyak games-games bersama panitia buki dan juga panitia dari stasiun tv mulai dari NET TV, Alinea TV, Bukune, Kaskus dan masih banyak lagi. Sweet-nya adalah ketika kita bisa mendengarkan langsung puisi-puisi cinta yang ditunjukkan anak-anak ini kepada ibu mereka. Sungguh membuat terharu..

Ditunggu acara-acara selanjutnya yang pasti lebih sweeeettt dan insyallah siap berkontribusi menjadi krucil yang sesungguhnya..

Bagi yang suka berbagi, suka dengan dunia anak dan masih mempunyai jiwa “kekanakan”, Buki adalah komunitas yang paling tepat.

Learn, Act and Shared.

***

Ari Ana Fatmawati
Penulis adalah Krucil Buki

Launching Buku PS: I Love Mom

Hai, Kak. Buki mau cerita tentang acara launching buku “PS:I Love Mom” hari Sabtu kemarin, 14 Februari 2015. Hmm.. mulai dari mana ya? Oh ya, buat yang belum baca sekilas tentang buku “PS:I Love Mom”, silahkan di tautan ini.

Sabtu pagi, cuaca Jakarta sempat mendung dan gerimis. Krucil sudah mempersiapkan segala sesuatu mulai dari konsep acara, makanan yang akan dibawa dari Rempah Iting, menghubungi pihak NET TV dan Alinea TV untuk meliput, hingga koordinasi dengan Krucil yang akan datang dari luar Jakarta. Tak lupa, Buki juga tektokan sama kakak-kakak dari Bukune. “Kayanya kita bakalan komplit,” kata Kak Fial, pemimpin redaksi kepada Buki.

Di ranah online sendiri, terutama Twitter dan Path, Buki sudah woro-woro tentang acara launching ini. Siapa saja boleh ikutan karena di lokasi acara, buku “PS: I Love Mom” diskon 25%. Sedangkan dari Bukune, para blogger ditantang untuk menuliskan tentang ibu. Wahh, Buki sendiri kebanjiran mensyen karena pesertanya yang membludak.

Mensyen kuis Buki Bukune di Twitter

Eh, kembali ke acara launching….
Hari makin siang. Cuaca ternyata sangat mendukung begitu Krucil, Bukune, kru NET TV, Alinea TV, dan beberapa teman dari Serapium Kaskus tiba di lokasi acara yang ada di Jalan Bangka, Mampang. Meski sempat ada insiden standing banner yang ketinggalan di mobil taksi yang ditumpangi Krucil, terus anak-anak Kaskus yang nyasar, Alhamdulillah acara begitu meriah dan lancar.

Krucil dan Bukune sebelum berangkat ke TKP

Mula-mula kita salat berjamaah di musala yang ada di lantai dua. Musala ini selain dijadikan tempat belajar kajian agama, juga sering dijadikan ruangan serbaguna. Menurut adik-adik panti, mereka juga biasa melakukan nonton bareng video-video pendidikan di ruangan tersebut.

Usai salat berjamaah, kita menyantap makan siang yang disediakan oleh Rempah Iting. Resto yang ada di Sarinah ini sejak lama selalu mendukung kegiatan Buki saat kunjungan ke panti-panti. Setelah kenyang bersantap siang, acara pun dimulai dengan sambutan-sambutan. Mulai dari Buki yang diwakili Kak Ali. Ia menceritakan sedikit sejarah Buki, Bekasi, dan Panti Al-Andalusia. “Jadi panti yang pertama Buki kunjungi ada di Bekasi dan buku pertama Buki adalah karya adik-adik Panti ini. Jadi ada kaitan erat antara Buki, Bekasi dan Panti Al-Andalusia,” ujarnya.

Catatan Perjalanan: Antrean di Perpustakaan

Perjalanan adalah sebuah babak yang mengesankan untuk melihat dunia yang lebih luas. Namun, perjalanan yang paling mengena apabila berbicara tentang buku dan perpustakaan adalah perjalanan saya saat berada di Amsterdam setahun yang lalu. Perjalanan yang mengubah pemikiran saya selama ini.

Setelah menyantap setangkup roti dan melewati beberapa stasiun, saya tiba di stasiun tujuan saya, Amsterdam Central Station, pada pukul 09.30. Matahari menghangatkan tubuh saya dan petualangan di Eropa sudah dimulai. Keluar dari stasiun, saya berbelok ke kiri untuk menuju kanal. Namun, pandangan saya tertuju pada sebuah gedung di mana orang-orang sudah berdiri di depan pintunya. Pasti ada sesuatu yang menarik, saya pikir. Saya bergegas ke sana untuk ikut serta dalam antrean. Read More