Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, Senen, Jakarta [email protected] 0811.3227.777

Annisa Paramita Menjalankan Kembali Buku Berkaki

Minat Annisa Paramita terhadap buku telah terlihat sejak ia masih kecil. Menurutnya, itu dapat membuatnya memiliki banyak teman dengan beragam cerita dan juga buku ia jadikan sebagai alat pembunuh waktu yang paling tepat. Berkat kecintaannya pada buku itulah, perempuan yang juga menggemari fotografi dan travelling ini akhirnya bergabung bersama Buku Berkaki, sebuah komunitas yang berfokus pada penyediaan bacaan variatif untuk anak-anak di panti asuhan, lapak pemulung, serta anak jalanan.

“Awalnya saya mengikuti komunitas foto Insta Nusantara dan berkenalan dengan Kak Ali dan Kak Meyer. Mereka dulunya bergabung di Buku Berkaki yang saat itu sedang vakum. Saya dan beberapa kawan tersebut akhirnya membantu menghidupkan kembali komunitas Buku Berkaki dengan mulai mengaktifkan peminjaman buku, serta program-program saat melakukan peminjaman.” Cerita perempuan 29 tahun ini mengenai awal mula ia bergabung dengan Buku Berkaki. Read More

#RabuBacaBuku: Edutivity, Warna-Warni Nusantara

Siapa sih yang tidak suka liburan? Apalagi libur (agak) panjang misalnya tahun baru 2018 kemarin. Nah, karena masih berhawa liburan, maka pilihan #RabuBacaBuku perdana adalah buku Warna Warni Nusantara karya Fitri Kurniawan dan Watiek Ideo.

Buku ini menceritakan tentang kisah pelbagai anak-anak dari latar belakang berbeda untuk mengenal budaya Indonesia dari berbagai sisi mulai dari destinasi wisata, kerajinan tangan, pakaian makanan khas, minuman dan budaya lokal setempat. Dikemas dalam gambar penuh warna yang disukai oleh pembaca anak-anak dan bisa dijadikan bahan komunikatif antara anak dan orang tua. Buku inipun dwi bahasa dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga bisa memudahkan anak untuk belajar dan berlatih Bahasa Inggris. Read More

#VisitBuki Kampung Dao: Belajar Bahasa Isyarat Itu Gampang

“Wah, udah lama juga ya ngga ikut acara Buki.” gumam saya waktu melihat poster #VisitBuki ke Kampung Dao tanggal 3 Desember 2017. Walaupun sebenarnya selama setahun terakhir baru tiga kali hadir di acara Buki, sih. Tanpa pikir panjang, saya pun akhirnya langsung mengabari Kadek, teman saya yang mengenalkan saya pada Buku Berkaki ini untuk ikut ke acara yang bertemakan disabilitas ini. Yap, saya pun juga baru tahu kalau ternyata tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional.

Singkat cerita, pagi itu pun kami bertemu di Stasiun Jakartakota sebagai meeting point, karena saya dan Kadek pun tidak tahu persisnya lokasi Kampung Dao ini di mana. Agak terkejut waktu pertama diinstruksikan untuk naik jemputan berupa sepeda motor, dan boncengan bertiga pula dengan Kadek! Tak sampai di situ, kami makin terkejut saat sepeda motor yang kami naiki berbelok ke jalur rel kereta. Ya, tepatnya jalur KRL Jakartakota – Kampungbandan. Dan kami pun tak sekedar menyeberang rel seperti yang saya kira, melainkan menyusuri jalur kereta tersebut dan cukup lama juga, karena jalur kereta inilah satu-satunya akses menuju Kampung Dao. Kadek pun sempat bertanya, Read More

Sabtu Bersama Buku Berkaki

When a book walks, a dream works

Sabtu, 25 Februari 2017

Bermula dari obrolan random saya dengan teman teman kantor. Lalu tiba-tiba membahas tentang aktifitas sosial, lalu berujung lah pada nama suatu komunitas buku berkaki. Saya tau komunitas ini dari temen nya temen kantor. Singkat cerita dimulai Sabtu pagi itu saya pergi ke TKP di daerah Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (dekat plaza festival) naik gojek. Bukan Jakarta kalau tidak macet dan panas, dan si bapak gojek bawa motornya ngebut but but but. Alhasil 45 menit saya sampai di tujuan dari Srengseng, Jakarta Barat ke Kuningan, Jakarta Selatan. Jam 11.30 sudah di depan TK SAAJA (Sekolah Alternatif Anak Jalanan). Cengo. Sendirian. Bingung. Ini pertama kali nya saya datang di acara Buku Berkaki. Tidak ada yang dikenal seorang pun sebelumnya di komunitas ini. Tidak tau juga letak tempatnya dimana (maklum belum hafal betul daerah Jakarta) dan itu tidak jadi halangan untuk tidak ikut bergabung apa yang kamu ingin, iya kan? Dan bagiku, hal ini adalah moment yang paling menarik selama pergi ke tempat/komunitas baru seorang diri. Rasanya seperti nekad ke Pare tahun lalu seorang diri.  Read More

#Buki6erbagi: Kebahagiaan di Kampung 99 Pepohonan

#buki6erbagi adalah tema yang dipilih dalam rangkaian perayaan ulang tahun Buku Berkaki yang ke-6 tahun ini. Buku Berkaki adalah sebuah komunitas sosial non-profit yang berfokus pada penyediaan bahan bacaan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah marjinal dan daerah tertinggal di Indonesia.

Komunitas ini mengusung konsep ‘Perpustakaan Keliling’, yaitu akan meminjamkan buku-buku koleksinya dari satu tempat binaan (lapak pemulung, panti asuhan, rumbel, rumah singgah) ke tempat binaan yang lain secara rutin melalui kegiatan yang diberi nama Visit Buki. Read More

#VisitBuki Biasakan Menabung Biar Hidup Jadi Untung

Bisa bergabung menjadi krucil Buku Berkaki (Buki) adalah hal yang sangat menyenangkan. Bertemu dengan teman-teman pencinta buku, berkumpul di perpustakaan Buki (terletak di Museum Kebangkitan Nasional) dan ikut serta #VisitBuki setiap satu bahkan dua kali dalam sebulan. Kegiatan Buki menjadi sweet escape dari rutinitas sehari-hari yang terkadang menjenuhkan.

#VisitBuki kali ini berkolaborasi dengan Rumah Belajar Indocharity (RumBel Ichi) yang terletak di Jl. Binawarga Kalibata (PAUD Bina Ceria). Pada hari Senin-Jumat PAUD Bina Ceria disibukkan oleh adik-adik PAUD, sedangkan weekend diisi oleh kegiatan dari RumBel Ichi dan pesertanya adalah adik-adik yang tinggal disekitar Jl. Binawarga Kalibata. Nah tema #VisitBuki kali ini mengajak adik-adik bermain sambil belajar menabung.

Hari sebelumnya Kak Ryan dan Kak Imam sudah menyiapkan buku-buku yang akan dirolling ke RumBel Ichi. Pada hari H persiapan dilakukan oleh Kak Fadhlie, Kak Tiwy, Kak Bunga dan Kak Siti. Sembari menunggu persiapan kegiatan selesai, adik-adik diajak membaca buku. Mereka sangat antusias. Karena terletak disamping kali Ciliwung, sedih sekali rasanya ketika mendengar cerita bahwa RumBel Ichi rutin banjir. Menyimpan buku-buku disana juga tidak bisa terealisasikan karena (rutin) banjir. Namun, ada warga yang bersedia menyimpan buku-buku bacaan di rumahnya sehingga adik-adik tetap bisa membaca setiap minggunya.

Pembacaan surat Al-Fatihah dipimpin adik Rafa dan Rafi untuk memulai acara #Visit Buki kali ini, walaupun dengan malu-malu, kita semua tetap khidmat membaca doa. Adik-adik RumBel Ichi sudah berkumpul semua dan kegiatan membaca bersama dimulai. Siapa yang berani bercerita di depan teman-teman akan mendapatkan hadiah. Adik Ocha, Rafa dan Rafi yang paling bersemangat mendapatkan hadiahnya, satu persatu mereka maju ke depan bercerita tentang buku yang sudah dibaca.

Kak Fadhlie, Kak Tiwy, Kak Bunga dan Kak Siti memimpin adik-adik berjoget bersama untuk menambah semangat, diiringi lagu Menabung yang dinyanyikan Saskia, Geofanny dan Titiek Puspa. Semua riang gembira mengikuti gerakan sambil bernyanyi “Bang bing bung… Yuk kita nabung… Tang ting tung hey jangan dihitung… Tau tau kita nanti dapat untung”. Tidak hanya berjoget bersama tetapi lagu ini juga memiliki pesan terselip untuk adik-adik agar rajin menabung.

Kegiatan selanjutnya berhitung satu hingga lima untuk pembagian kelompok games. Gamesnya adalah membuat celengan atau tabungan dengan bentuk-bentuk yang lucu dari botol air mineral bekas dan kain flanel. Sebagai contoh, kakak krucil membuat celengan berbentuk ondel-ondel Abang Jakarta. Saat pembagian bahan-bahan adik-adik sangat bersemangat memilih warna kain yang akan mereka buat untuk berkreasi, kakak-kakak krucil tidak mau kalah andil meramaikan suasana. Gamesnya seperti perlombaan, semua ingin membuat celengan yang terbaik. Ramai dan seru sekali suasana saat itu. Kelompok satu dibantu Kak Siti, Kak Ocha dan Kak Nugi membuat celengan Macan. Kelompok dua dibantu Kak Shinta dan Kak Husna membuat celengan Tentara. Kelompok tiga dibantu Kak Icha dan Kak Tya membuat celengan Kucing. Kelompok empat dibantu Kak Deni membuat celengan Trenggiling. Kelompok lima dibantu Kak Bunga, Kak Alin dan Kak Dani membuat celengan Princess. Pemenang dinilai dari tepuk tangan paling ramai dan pemenang games kali ini adalah kelompok dua. Adik-adik dari kelompok dua mendapat hadiah, walaupun hanya satu kelompok yang mendapat hadiah sebagai pemenang tetapi adik-adik lainnya tetap riang gembira melihat celengan yang mereka buat bersama-sama.

Pas sekali waktunya, RumBel Ichi ternyata Ramadhan nanti memiliki rencana untuk membantu adik-adik yang tidak mampu dari tabungan mereka. Celengan yang mereka buat tadi bisa dipergunakan deh! Semoga semakin semangat ya menabungnya! Buki juga memiliki tabungan, namun tabungan membaca. Sebagai tabungan, buku yang sudah dibaca, adik-adik rangkuman ceritanya disecarik kertas yang telah disediakan Buki. Nanti kakak-kakak krucil akan ambil saat penukaran buku selanjutnya.

Pembacaan surat Al-Ashr dipimpin adik Rafa dan Rafi untuk menutup acara #VisitBuki kali ini. Semoga dengan mengajak adik-adik membuat kreasi celengan dapat menjadi awal untuk meningkatkan minat dan rajin menabung.
Jika ada waktu luang, kakak-kakak RumBel Ichi membuka pintu lebar untuk kita semua berkunjung ke RumBel Ichi dihari Minggu loh. Jangan lupa juga untuk mampir ke perpustakaan Buki dihari Sabtu ya! Sampai jumpa di #VisitBuki selanjutnya! (F)

When a book walks, a dream works.

#VisitBuki Al-Qi Edisi Hari Kesehatan Dunia

Saya memulai tulisan ini dengan cukup berat mengingat esensi membaca adalah menulis, sedangkan 6 bulan ini saya belum menyelsaikan 1 pun buku yang saya beli. Cukup menggelikan memang buku-buku baru masih terbungkus rapi, ada yag sudah terbuka namun masih setengah jalan, dan ada juga yang ditumpuk dibiarkan berdebu. Read More