Bertabur Cinta di Hari Kasih Sayang

Matahari pagi, Sabtu 14 Februari 2014 menemani perjalanan pertamaku bersama Buku Berkaki. Menempuh perjalanan dengan KRL dari Stasiun Kota Hujan menuju Stasiun Pasar Minggu. Namun cukup beruntung karena jarak tempuh yang relatif singkat. Inilah kali pertama ku berada di daerah ini, menunggu kakak baik (read : Kak Icha) yang akan memberikan tumpangan menuju Panti Asuhan Al-Andalusia. Tempat dimana kami akan merayakan hari kasih sayang di tahun ini dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang.

Berpose bersama

Kesan pertama yang muncul dari keluarga baru ini adalah keramahan dan keceriaannya. Meskipun merupakan pendatang baru dalam dunia per-krucil-an tapi sambutan hangat begitu terasa dari senior-senior krucil yang lain. Merasa begitu beruntung berkesempatan bertemu dengan kakak-kakak hebat ini. Berada diantara orang-orang yang memiliki kepedulian tinggi dengan buku sebagai jendela dunia dan anak-anak yang merupakan ujung tombak masa depan bangsa ini. Kesan pertama yang begitu menyenangkan dan membuatku semakin bersemangat mengikuti berbagai kegiatan Buki yang lain.

Rangkaian acara Launching Buku “PS : I Love Mom” hari ini dimulai dengan sholat Dzuhur berjamaah bersama pengurus panti, para santri serta kakak-kakak dari Buki, Bukune, serta beberapa media yang hadir dalam acara hari ini. Setelah selesai sholat acara dilanjutkan dengan makan siang besama. Tergambar jelas senyum kebahagiaan dari adik-adik panti Al-Andalusia dan kakak-kakak krucil. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan dari Kak Ali, perwakilan dari pihak Bukune, serta sambutan dari perwakilan pengurus panti yang dilanjutkan dengan doa demi memperlancar acara kita hari ini.

Acara selanjutnya adalah pembacaan puisi yang dikutip dari buku berwarna merah jambu ini oleh perwakilan adik-adik santri, kakak krucil serta perwakilan dari kakak-kakak media patner yang telah hadir siang ini. Puisi cinta untuk ibu yang dibacakan oleh beberapa orang santri begitu menyentuh dan pastinya membuatku ingin memeluk ibu. Tulisan yang begitu polos khas anak-anak. Kemudian dilanjutkan dengan game seru, yaitu sebuah permainan dalam dongeng yang bercerita tentang seekor katak yang dibawakan oleh Kak Oji. Seru karena ngedongengnya diiringi oleh backsound yel-yel dari masing-masing kelompok tentu dengan suara-suara lucu yang mewakili setiap nama kelompoknya (bayi, katak, ibu, dan sungai). Pesan ingin disampaikan dalam dongeng tersebut yaitu kita harus senantiasa menaati nasihat dari ibu. Pesan manis yang dapat disampaikan kembali oleh adik-adik dengan gaya bahasanya masing-masing. Beragam hadiah yang disediakan menambah keceriaan siang ini di panti asuhan Al-Andalusia. Rangkaian acara pada hari ini ditutup bersamaan dengan kumandang adzan yang menandakan masuknya waktu sholat Ashar. Dan satu yang tidak boleh ketinggalan adalah foto bersama, karena foto mampu menceritakan segalanya.

Terimakasih untuk kesempatan dan sambutan hangatnya kakak-kakak Krucil Buku Berkaki. Pengalaman pertama yang penuh cinta. 🙂

 

***

Rosalia Riski
Penulis adalah Krucil Buki