Melihat Anak-anak Belajar Menjaga Alam di Animalium

2 menit membaca

“Kenapa sih harus ajak adik-adik dari Panti Asuhan Al-Qi Ceria dan Erlazet Charity ke Animalium?”
Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana. Tapi di baliknya, tersimpan harapan besar: bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mengenal alam sebagai rumah bersama—bukan sekadar latar belakang kehidupan, tapi ruang belajar yang hidup. Di tengah beton dan layar digital, Buku Berkaki mengajak kita kembali ke akar: mengenalkan alam lewat pengalaman langsung.

Animalium BRIN Cibinong akan menjadi ruang interaksi yang membangkitkan rasa ingin tahu, empati, dan kesadaran ekologis. Di sana, adik-adik dari dua panti asuhan diajak menyentuh dunia yang mungkin selama ini hanya mereka lihat dari buku atau televisi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BUKUBERKAKI (@bukuberkaki)

 

“Emang nanti di Animalium mau ngapain aja?”
Bukan sekadar jalan-jalan. Mereka akan:

  • 📚 Membuat mini zine bertema pelestarian alam—menulis dan menggambar dengan tangan mereka sendiri.
  • 🎲 Bermain games tentang hewan langka—belajar sambil tertawa.
  • 📖 Mendengarkan dongeng Kakak Ale tentang sampah dan banjir—kisah yang menyentuh dan membuka wawasan.
  • 📕 Membaca buku cerita lingkungan bersama kakak relawan—menyemai benih cinta pada bumi lewat cerita.

Setiap aktivitas dirancang untuk menyentuh hati dan pikiran. Anak-anak diajak bukan hanya memahami, tapi merasakan: bahwa menjaga alam adalah menjaga kehidupan mereka sendiri.

“Terus adik-adiknya dapet apa aja?”
Mereka pulang dengan lebih dari sekadar kenangan. Mereka membawa:

  • Pengetahuan baru yang membekas
  • Buku cerita bertema lingkungan
  • Booklet dan lembar kerja interaktif
  • Rasa percaya diri dan kebahagiaan karena dihargai dan didampingi

Karena menjaga alam bukan tugas segelintir orang. Ia adalah gerakan bersama, yang bisa dimulai dari hal kecil—seperti mengajak anak-anak mengenal rumah mereka: bumi. Buku Berkaki percaya bahwa ketika buku melangkah, mimpi bekerja. Dan mimpi itu bukan hanya milik anak-anak yang datang ke Animalium, tapi juga milik kita semua—yang ingin melihat generasi masa depan tumbuh dengan cinta pada alam, bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai penjaga.

Jadi, mari kita buat langkah kecil ini berarti. Karena dari satu kunjungan, bisa tumbuh seribu kesadaran. Dan dari satu cerita, bisa lahir ribuan penjaga alam.

Rosalia Riski

Penulis adalah Krucil Buki yang gemar dan rajin ikut kegiatan Buki meski harus naik KRL dari Bogor.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.