/

Jelajah Origami Laut di Rawamangun

5 menit membaca

“Selamat datang kakak-kakak Buku Berkaki”, sorak mereka dan dilanjutkan dengan yel-yel Rumah Belajar yang sering mereka nyanyikan bersama. Satu kata “BAHAGIA”, mungkin jadi kata yang paling tepat menggambarkan bagaimana perasaan kami, saat dikejutkan dengan beberapa spanduk selamat datang buatan mereka sendiri yang ditujukan untuk kami. Sungguh. Jika nelayan punya firasat hari baik untuk melaut, sepertinya di hari Minggu (31/1/2016) kejutan dari mereka ini adalah salah satu pertanda hari yang baik untuk Visit Buki.

Seperti Visit Buki lainnya, kami selalu membawa setumpuk puluhan buku yang akan dipinjamkan untuk adik-adik di Rumbel Rawamangun. Buku yang kami bawa dari perpustakaan tersebut langsung menjadi pusat perhatian mereka. Ada yang memilih buku bergambar dan dongeng, ada pula yang asyik memilih buku pelajaran maupun ensiklopedia. Ada beberapa pula yang asyik menceritakan kepada kawannya tentang isi buku yang mereka baca. Keceriaan berlanjut dengan Kak Meyer yang membawakan beberapa lagu anak. Dari “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, “Naik Naik ke Puncak Gunung” dan lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”, kita nyanyikan bersama sambil menggerakkan anggota tubuh. Hitung-hitung pemanasan dengan cara yang asyik.

Tak mau kalah dengan nenek moyang yang sedari dulu jago melaut luas samudera, tema dari Visit Buki kali ini pun mengusung tentang keindahan kekayaan biota laut di Indonesia. Kak Fitri dari Komunitas Anak Ikan bercerita banyak tentang hal ini. Pengalamannya menyelami keindahan bawah laut beberapa wilayah eksotis di Indonesia, serunya menjadi penyelam (diver), dan apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga ekosistem para biota laut menambah ilmu baru bagi adik-adik di Rumbelraw. Seakan tak mau ketinggalan untuk menjawab rasa penasaran mereka, aneka pertanyaan seputar biota laut, dan menyelam juga ditanyakan ke kak Fitri.

Setelah belajar banyak mengenai biota laut, mereka juga diajak mengenal ekosistem biota laut dengan origami dipandu oleh Kak Nuzul dan Kak Siti. Tentunya para kakak-kakak krucil pun siap membantu adik-adik yang kesulitan. Ada origami lumba-lumba, kepiting, paus dan kerang yang diajarkan kepada mereka hari ini. Masing-masing origami tadi dirangkai secara apik dan dikreasikan di selembar kertas untuk menggambarkan suasana laut yang mereka diami. Kami, meski sedikit kewalahan, sungguh terhibur dengan tingkah polah mereka, ada yang sedikit-sedikit minta tolong, ada yang sibuk main dengan pistol “origami udang”, “origami kepiting” pun ditaruh di dahi layaknya robot. Banyak juga yang serius dan sibuk bekerja sama dengan teman sekelompoknya menempelkan origami sambil mewarnai. Dan yang teramat membuat kami kagum, hasil karya mereka sangat indah, penuh dengan aneka imajinasi khas anak kecil tentang warna-warni laut. Di akhir sesi ber-origami, mereka diajak berbagi cerita di balik hasil karya mereka di depan kawan-kawannya.

Keceriaan ‘melaut’ di Visit Buki kali ini ditutup dengan dongeng tentang si Lulu dan kawan-kawannya di laut. Kisah ini sarat dengan makna, siapapun teman kita pasti memiliki kebaikan tersendiri. Adik-adik di Rumbelraw sangat ‘tersihir’ oleh dongeng yang dibawakan oleh Kak Ale, apalagi sambil mengikuti gerak-geriknya yang sungguh lucu menirukan si Lulu.

Saatnya berlabuh, semoga hasil ‘tangkapan’ ilmu dari ‘melaut’ di Visit Buki hari ini bermanfaat buat adik-adik di Rumbelraw. Buku-buku yang kami pinjamkan pun semoga dapat menjadi perangkat untuk meluaskan imajinasi dan ilmu yang telah mereka dapatkan hari ini.

When a book walks, a dream works!

Annisa Paramita

Penulis adalah Krucil yang merangkap mimin twitter Buki.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Cerita Sebelumnya

Catatan Kecil Kampung Dwimulyo

Cerita Berikutnya

Main-main Ala Sains

Terbaru dari Blog

#RabuBacaBuku: Na Willa

Siapa bilang kalau cerita anak hanya bisa dinikmati oleh para anak kecil? Mengambil latar belakang Surabaya